Tuesday, September 2, 2008

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia

ZCZC
RR IBU

IBUKOTA DAN DAERAH
JKT

PELESTARIAN BUDAYA DIUSULKAN MASUK KURIKULUM PENDIDIKAN

Jakarta, 3/9 (ANTARA) - Pemprov DKI didukung oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) mengusulkan agar pelestarian budaya dimasukkan dalam kurikulum pendidikan untuk menjamin terjaganya warisan nenek moyang tersebut.
BPPI menemui Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, Rabu, untuk menyampaikan usulan dan dukungan program pelestarian kebudayaan terutama di Jakarta.
"Program yang mereka tawarkan yang saya sambut baik adalah edukasi budaya di SD. Tanpa edukasi, tidak ada kebanggaan terhadap budayanya," kata Gubernur seusai pertemuan.
Saat ini, didalam kurikulum pendidikan dasar memang sudah ada muatan lokal namun Gubernur menyebut kurikulum itu masih sangat terbatas.
"Karena di pendidikan SD sekarang tidak ada yang namanya kurikulum tentang 'heritage'. Kalau budaya lokal ada, tapi terjemahannya hanya berupa tari-tarian," paparnya.
Kurikulum pelestarian pusaka yang akan diusulkan akan berupa pemahaman lebih mendasar mengenai budaya.
Ketua Dewan Pengawas BPPI Setianto Prisanto mencontohkan pendidikan budaya itu misalnya dengan mengetahui bentuk asli suatu bangunan yang merupakan cagar budaya.
"Jadi kalau ada bangunan yang dirombak, tidak sesuai dengan aslinya, masyarakat dapat menegurnya," katanya.
Gubernur menyebut bahwa kurikulum itu belum akan diterapkan secepatnya karena harus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Dasar.
"Harus ada koordinasi dengan Diknas. Sekarang sudah ada muatan lokal. Tapi kita jabarkan itu agar tidak bertentangan dengan aturan Diknas soal muatan lokal," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur menyatakan pihaknya tetap akan memperjuangkan insentif pajak bagi bangunan bersejarah meskipun terbentur oleh UU Pajak.
"Jadi kalau ada yang memelihara cagar budaya dengan baik, maka harusnya mendapat keringanan. Itu belum dilaksanakan karena UU pajak belum memungkinkan," katanya.
Setelah beberapa kali diusulkan dan ditolak, Gubernur menegaskan bahwa ia akan tetap mengusulkan.

***8***
(A043)

NNNN