IBUKOTA DAN DAERAH
Jakarta, 3/6 (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap masyarakat pesisir waspada dalam menghadapi rob atau air laut pasang akibat hempasan gelombang air laut yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Selasa (3/6) malam.
"Waktu melakukan pengecekan kesana, saya sudah sampaikan kepada masyarakat untuk waspada. Saya katakan, yang perlu dilakukan yang pertama adalah berhati-hati, karena banyak anak-anak, jangan sampai ada korban karena kecerobohan dan lain sebagainya," kata Gubernur di Balaikota Jakarta, Selasa.
Air pasang diperkirakan akan mencapai 2,2 meter, lebih tinggi dari biasanya yang rata-rata setinggi 2,18 meter.
Peringatan juga telah disampaikan oleh Kepala Bidang Infrastruktur Bank Dunia Hangngjoo Hahm bahwa gelombang pasang yang akan merendam kawasan pesisir Jakarta Utara dan beberapa wilayah sekitarnya tahun ini diperkirakan lebih besar dari biasanya atau yang selama ini dialami warga, karena kali ini adalah siklus yang terjadi 18 tahun sekali.
"Hasil penelitian yang telah kami lakukan, dengan mempelajari siklus tahunan pasang dan surut air laut di sekitar Laut Jawa, terutama wilayah Teluk Jakarta, Pasar Ikan, dan wilayah pesisir pantai, seperti Ancol dan sekitarnya, maka akan terjadi pasang air laut yang ekstrem," kata Hangngjoo Hahm, di Jakarta, Kamis (29/5).
Sementara itu, jebolnya tanggul beberapa bulan yang lalu menyebabkan timbulnya kekhawatiran bahwa air pasang ini akan memakan korban lebih banyak dari yang terjadi awal Mei lalu.
Untuk mengantisipasi puncak air pasang, Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) telah membangun tanggul sementara tanggul darurat yang dibangun dari batu-batu kali yang dianyam dengan kawat atau disebut "gronjong" dan ditambah dengan karung pasir di pinggir.
Tanggul anyaman batu kali tersebut akan dibangun setinggi 2,5 meter, sehingga diharapkan dapat menahan air pasang tersebut dan akan dibangun di tiga tempat yakni Muara Baru, Pluit dan Luar Batang.
Tanggul darurat tersebut belum sepenuhnya selesai, namun Pemerintah Propinsi telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi kerusakan yang mungkin disebabkan oleh rob.
"Memang pembuatan gronjong itu belum sepenuhnya tuntas, mudah-mudahan hari ini tuntas. Sebagian besar tanggul sudah selesai, tapi kalau (anyaman batu -red) itu tidak kencang, batunya akan bisa terseret arus, jadi berantakan lagi. Itu perlu diperiksa, dikencengin lagi," kata Gubernur.
Fauzi juga menyebutkan bahwa pembangunan tanggul permanen telah mulai dilakukan lelang sehingga awal Juli sudah mulai dibangun.
Tanggul permanen itu menurut Gubernur akan dapat diselesaikan pada akhir November.
***8***
(T.A043/B/A033)
(T.A043/B/A033/A033) 03-06-2008 17:14:16
NNNN
Back
Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA

No comments:
Post a Comment