Friday, July 4, 2008

PEMPROV DKI SIAPKAN BUS CADANGAN ANTISIPASI MOGOK

2700239 5/27/2008 14:15:01
IBUKOTA DAN DAERAH

PEMPROV DKI SIAPKAN BUS CADANGAN ANTISIPASI MOGOK

Jakarta, 27/5 (ANTARA) - Ancaman mogok yang dikeluarkan angkutan umum jika Pemerintah tidak segera memutuskan kenaikan tarif terkait kenaikan harga BBM membuat Pemprov DKI harus menyiapkan bus cadangan.
"Saya sudah minta Kepala Dinas Perhubungan dan instansi-instansi terkait yang lain untuk menyiapkan bus-bus cadangan yang dibutuhkan," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, Selasa.
Selain berencana mengeluarkan bus cadangan yang dimiliki instansi di lingkungan Pemprov, Gubernur menyebut bahwa pihaknya mempertimbangkan kemungkinan mengoperasikan moda transportasi lain.
"Saya kira imbauan untuk mengoperasikan kereta api dan busway (Transjakarta) dalam waktu yang lebih longgar, itu bisa dipertimbangkan," paparnya.
Saat ini, pengoperasian busway dimulai dari pukul 05.00-22.00 WIB, sementara kereta api listrik (KRL) dimulai dari pukul 05.00-21.00 WIB.
Jika Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) melakukan mogok operasi terhadap seluruh armadanya, kedua moda transportasi masal itu akan dioperasikan lebih lama dari biasanya, meskipun Gubernur tidak dapat menyebut hingga pukul berapa akan dioperasikan.
"Saya tidak tahu teknis pelaksanaannya, tapi buat saya, yang penting layanan masyarakat itu terpenuhi. Meskipun kalau ada mogok, itu tentu akan terganggu," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman menyebut bahwa pihaknya telah mempersiapkan bus-bus cadangan untuk mengantisipasi mogok.
"Tapi mudah-mudahan tidak terjadi. Saya sudah bicarakan dengan Organda dan mereka setuju bahwa mogok adalah jalan terakhir," katanya.
Bus yang disediakan adalah bus-bus milik TNI, Polri serta bus angkutan pegawai Pemprov DKI, meskipun Nurachman menyebut bahwa bus-bus tersebut tidak akan cukup menampung penumpang se-Jakarta jika Organda melakukan mogok total.
Pembicaraan mengenai opsi kenaikan tarif atau pemberian subsidi kepada angkutan umum saat ini sedang dibahas antara Pemprov, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda.
(A043/B/Z003)

No comments: