IBUKOTA DAN DAERAH
Jakarta, 2/6 (ANTARA) - Komando Laskar Islam menyatakan bahwa penyerbuan terhadap pendukung Ahmadiyah atau "Insiden Monas" pada Minggu (1/6) siang adalah bukan tujuan awal mereka, melainkan karena diprovokasi oleh anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta, Senin, Komando Laskar Islam mengeluarkan apa yang mereka sebut fakta di lapangan yang menyebabkan terjadinya insiden yang menyebabkan belasan orang dirawat di rumah sakit karena bentrokan.
"Berdasarkan fakta-fakta yang kami kumpulkan di lapangan, insiden Monas terjadi akibat provokasi dari pihak pendukung Ahmadiyah yang menamakan dirinya AKK-BB. Maka merekalah yang semestinya dimintai pertanggungjawaban," kata Panglima Komando Laskar Islam, Munarman.
Ia menyebutkan, aksi Laskar Islam di Monas seyogyanya merupakan aksi pengamanan terhadap demonstrasi penolakan kenaikan BBM, namun beberapa kejadian menyebabkan terjadinya bentrokan tersebut.
"Dalam insiden tersebut ada pendukung Ahmadiyah yang mempersenjatai diri dengan senjata api. Itu menjadi bukti bahwa aksi mereka bukan untuk damai, tapi memang sengaja ditujukan untuk kerusuhan," kata Munarman.
Selain itu, Munarman menyebut bentuk provokasi tersebut antara lain adanya pengikut Ahmadiyah yang menyebut Laskar Islam sebagai "Laskar Setan" atau "Laskar Kafir."
"Ada saksinya dua orang. Kita sengaja sisipkan. Kita tidak asal serbu kemarin. Tapi kita tunggu dulu, lihat ini aksi apa," kata Munarman.
Ia juga menyangkal bahwa Komando Laskar Islam mempersenjatai dirinya dengan bambu runcing seperti yang diberitakan media dan menyebut bambu yang mereka bawa merupakan bambu untuk bendera.
Lebih lanjut, Munarman menyebut, insiden tersebut terjadi akibat kelambanan pemerintah dalam mengambil keputusan untuk membubarkan aliran Ahmadiyah yang dinyatakan sesat berdasarkan Fatwa MUI tahun 2005 dan rekomendasi dari Bakorpakem tahun 2008.
"Oleh karena itu, kami menyerukan kepada Presiden dalam rangka untuk meredam konflik yang lebih besar, agar segera mengeluarkan Keppres tentang pembubaran Ahmadiyah", katanya.
(T.A043*M011)
(T.A043/B/M011/C/M011) 02-06-2008 15:54:11
NNNN
Back
Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA

No comments:
Post a Comment