Friday, July 4, 2008

PEMPROV DKI SIAPKAN 65 TENDA ANTISIPASI PASANG ROB

3000442 5/30/2008 18:27:15
IBUKOTA DAN DAERAH

Jakarta, 30/5 (ANTARA) - Pemprov DKI Jakarta melakukan langkah-langkah persiapan menghadapi air pasang yang diduga akan mengakibatkan rob atau banjir akibat empasan gelombang air laut yang diprediksikan akan terjadi pada tanggal 3-4 Juni yang akan datang.
"Tiap hari terjadi pasang, puncaknya adalah pada jam 10 malam. Pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada tanggal 4 menuju tanggal 5 Juni," kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) DKI Jakarta Ponco Nugroho di Balaikota, Jakarta, Jumat.
Persiapan-persiapan tersebut antara lain dengan menyediakan peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda, maupun logistik seperti dapur umum dan makanan siap saji.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga direncanakan untuk melakukan peninjauan persiapan antisipasi terjadinya air pasang tersebut pada hari Minggu (1/6).
Dinas Bintal Kesos DKI Jakarta menyiapkan antara lain 600 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana), 65 tenda, 5 perahu karet, satu perahu dolphin, dua buah mobil dapur umum, lima dapur umum lapangan serta 700 veldbeth yang sudah diturunkan ke Suku Dinas Bintal Kesos Kota Madya.
Plh. Kepala Dinas Bintal Kesos Asep Syaifudin menyebut bahwa pihaknya menyiapkan dua mobil dapur umum untuk bisa melayani pengungsi di beberapa tempat sekaligus.
"Masyarakat sering tidak mendapat jatah logistik karena malas mengambilnya jika jauh. Untuk itu, disediakan dapur 'mobile' (bergerak)," katanya.
Awal Mei lalu, kerusakan pada tanggul di Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menyebabkan ratusan warga dipaksa mengungsi karena rob membanjiri perumahan mereka.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Bank Dunia Hangngjoo Hahm mengingatkan Jakarta tentang gelombang pasang yang akan merendam kawasan pesisir Jakarta Utara (Jakut) dan beberapa wilayah sekitarnya tahun ini diperkirakan lebih besar dari biasanya atau yang selama ini dialami warga, karena kali ini adalah siklus yang terjadi 18 tahun sekali.
"Hasil penelitian yang telah kami lakukan, dengan mempelajari siklus tahunan pasang dan surut air laut di sekitar Laut Jawa, terutama wilayah Teluk Jakarta, Pasar Ikan, dan wilayah pesisir pantai, seperti Ancol dan sekitarnya, maka akan terjadi pasang air laut yang ekstrem," kata Hangngjoo Hahm, di Jakarta, Kamis (29/5).
Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) memperkirakan air pasang tersebut akan lebih besar dari yang terjadi awal Mei lalu. Ketinggian air pasang awal Juni ini diyakini akan mencapai 2,2 meter dibandingkan dengan rata-rata ketinggian air pasang di Jakut setinggi 2,18 meter.
Dinas PU telah menyiapkan tanggul darurat yang dibangun dari batu-batu kali yang dianyam dengan kawat atau disebut "gronjong".
Tanggul anyaman batu kali tersebut akan dibangun setinggi 2,5 meter, sehingga diharapkan dapat menahan pasang tersebut dan akan dibangun di tiga tempat yakni Muara Baru, Pluit dan Luar Batang.
"Tanggul itu cukup kuat. Selain itu, di bagian pinggir akan diperkuat dengan karung pasir agar lebih kuat," ujar Wishnu.
Sementara untuk pembangunan tanggul permanen, Wishnu menyebut sedang dalam proses lelang.
"Pertengahan Juni sudah akan dimulai pekerjaan fisik dan diharapkan rampung pada Oktober," katanya.
Ia menyebut pembangunan tanggul tersebut terdiri atas perbaikan tanggul permanen dan pembangunan tanggul dengan "sheet pile" seperti di Pluit, Muara Angke, Muara Baru dan Luar Batang.
Tanggul-tanggul tersebut didesain dengan ketinggian tiga meter dari permukaan laut dan akan mampu menahan air pasang yang kerap menerjang Jakarta dengan ketinggian rata-rata 2,18 meter.
Meskipun tanggul-tanggul permanen telah dibangun, Wishnu juga menyebut tanggul darurat yang sedang dipasang saat ini tidak akan dibongkar dan akan digunakan sebagai pemecah gelombang.
"Di belakang gronjongan itu, kita bangun konstruksinya. Air pasang akan tertahan lebih dulu oleh grojongan baru dengan tanggulnya," demikian Wishnu.
***5***
(T.A043/B/M007)
(T.A043/B/M007/M007) 30-05-2008 18:24:51
NNNN

Back

Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA

No comments: