IBUKOTA DAN DAERAH
Jakarta, 3/6 (ANTARA) - Pembentukan PT. MRT yang akan menangani transportasi bawah tanah (subway) terancam molor setelah tiga fraksi anggota Pansus di DPRD DKI Jakarta menyatakan ingin membahas masalah teknis sebelum menyetujui pembentukan BUMD tersebut.
Wakil Ketua DPRD merangkap Ketua Pansus Pembentukan BUMD dan Penyetoran Modal, Maringan Pangaribuan menyebutkan tiga fraksi yakni FPKS, FPPP dan FPAN minta waktu seminggu sebelum melangsungkan paripurna karena masih mau menuntaskan masalah teknis.
"Seharusnya Pansus tidak mengurusi masalah teknis. Itu akan dibicarakan di tahap selanjutnya," kata Maringan ketika ditemui di kantornya di Gedung DPRD, Jl. Kebon Sirih Jakarta, Selasa.
Rapat Pansus tersebut akhirnya diskors untuk memberikan kesempatan bagi ketiga fraksi tersebut menanyakan masalah teknis, namun Maringan menyebut bahwa jika belum terjadi kesepakatan maka pihaknya akan membentuk Panmus (Panitia Musyawarah).
"Kita skors dulu rapat, kita beri tahu eksekutif ada fraksi yang masih ingin tahu masalah teknisnya. Kita lanjutkan besok, kalau tidak bisa juga, maka kita bentuk Panmus," katanya.
Maringan menyebut bahwa seharusnya Pansus tersebut tidak mengurusi masalah teknis, tetapi hanya untuk menyetujui pembentukan BUMD sebagai persyaratan untuk mendapat pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bagi pembangunan MRT atau "subway" jurusan Lebak Bulus-Dukuh Atas.
Sementara mengenai subsidi bagi pembangunan subway, Maringan menyebut Pansus telah memutuskan bahwa subsidi yang diperkirakan sebesar Rp85 miliar pertahun itu layak, apalagi jika dibandingkan dengan subsidi terhadap bus jalur khusus "busway" Transjakarta yang nilainya mencapai ratusan miliar per tahun.
(T.A043)
(T.A043/C/I011/I011) 03-06-2008 20:07:39
NNNN
Back
Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA

No comments:
Post a Comment